Sebagai salah satu daerah penghasil ikan terbesar di Jawa Timur, nasib nelayan Lamongan saat ini sedang berada dalam kondisi yang memprihatinkan akibat beban ganda yang harus mereka tanggung. Di satu sisi, mereka kesulitan melaut akibat kelangkaan bahan bakar minyak jenis solar yang harganya terus fluktuatif dan distribusinya sering terhambat. Di sisi lain, ekosistem laut tempat mereka mencari nafkah mulai terdegradasi oleh masalah lingkungan global berupa pencemaran mikroplastik yang merusak rantai makanan ikan dan menurunkan kualitas hasil tangkapan di sepanjang pesisir Pantai Utara.
Kelangkaan solar secara langsung memengaruhi daya jangkau operasional dan memperburuk nasib nelayan Lamongan yang rata-rata menggunakan kapal tradisional berukuran kecil. Banyak nelayan terpaksa memarkir kapalnya di pelabuhan selama berhari-hari karena tidak mendapatkan jatah bahan bakar yang cukup, sehingga pendapatan harian mereka hilang sama sekali. Kondisi ini diperparah dengan harga kebutuhan pokok yang terus naik, membuat keluarga nelayan di pesisir Brondong dan Paciran harus memutar otak lebih keras hanya untuk sekadar memenuhi kebutuhan makan sehari-hari di tengah ketidakpastian ekonomi yang melanda sektor kelautan.
Masalah lingkungan berupa mikroplastik juga menjadi ancaman jangka panjang bagi nasib nelayan Lamongan dan kesehatan masyarakat luas. Sampah plastik yang tidak terkelola dengan baik di daratan berakhir di laut dan hancur menjadi partikel mikroskopis yang termakan oleh ikan-ikan kecil. Hal ini tidak hanya menurunkan jumlah populasi ikan di perairan dangkal, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran akan keamanan pangan hasil laut dari wilayah tersebut. Nelayan kini harus berlayar lebih jauh ke tengah laut untuk mendapatkan ikan yang lebih bersih, yang tentunya kembali berbenturan dengan masalah ketersediaan bahan bakar solar yang terbatas.
Dibutuhkan kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan rakyat kecil untuk memperbaiki nasib nelayan Lamongan di masa depan. Pemerintah diharapkan dapat menjamin kelancaran distribusi solar bersubsidi khusus untuk nelayan dan memperketat pengawasan terhadap pembuangan limbah plastik ke aliran sungai. Selain itu, program asuransi nelayan dan bantuan alat tangkap yang ramah lingkungan perlu diperluas jangkauannya. Laut adalah masa depan kita, dan nelayan adalah pahlawan protein bangsa yang harus kita lindungi kedaulatannya. Mari kita mulai peduli dengan kebersihan laut dan keadilan distribusi energi demi keberlangsungan hidup masyarakat pesisir Lamongan.