Tim SAR gabungan melakukan Evakuasi Warga Terdampak luapan air sungai yang merendam ribuan rumah pemukiman penduduk di sepanjang bantaran sungai. Petugas mengerahkan puluhan perahu karet untuk menembus genangan air setinggi satu meter demi menyelamatkan lansia, anak-anak, dan warga yang terjebak di dalam rumah. Luapan air sungai terjadi akibat tingginya curah hujan ekstrem yang mengguyur daerah hulu selama dua hari berturut-turut tanpa henti. Seluruh korban banjir dievakuasi ke lokasi penampungan pengungsian sementara di gedung olahraga desa setempat. Penanganan darurat bencana berlangsung maraton.
Pemerintah daerah bersama dinas sosial mendirikan dapur umum dan posko kesehatan darurat guna memenuhi kebutuhan bahan makanan serta obat-obatan para pengungsi. Pasokan air bersih, selimut, pampers bayi, dan sarana sanitasi darurat didistribusikan secara masif ke seluruh titik penampungan warga korban banjir. Petugas medis melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk mencegah timbulnya penyakit gatal-gatal dan diare di kalangan para pengungsi. Kehadiran relawan kemanusiaan sangat membantu petugas dalam melayani kebutuhan ribuan pengungsi bencana. Bantuan logistik terus mengalir dari berbagai pihak.
Fokus utama petugas dalam Evakuasi Warga Terdampak bencana alam ini adalah memastikan seluruh warga berada di tempat aman tanpa ada korban jiwa yang tertinggal di rumah. Petugas kepolisian menggelar patroli perahu di pemukiman yang ditinggalkan pengungsi guna mengamankan barang-barang berharga dan harta benda milik warga dari aksi pencurian. Masyarakat imbau untuk tidak nekat kembali ke rumah sebelum luapan air sungai benar-benar surut total dan kondisi dinyatakan aman oleh petugas. Sistem peringatan dini banjir terus dipantau secara ketat oleh tim siaga bencana. Keamanan pemukiman terjamin.
Pakar lingkungan menegaskan pentingnya perbaikan tanggul sungai serta pengerukan pendangkalan sedimen sungai secara berkala guna mencegah terulangnya bencana banjir tahunan. Pendangkalan aliran sungai akibat sampah dan erosi tanah menjadi penyebab utama air meluap dengan cepat saat curah hujan tinggi tiba. Pemerintah berencana melakukan relokasi pemukiman warga yang berada di zona rawan bencana bantaran sungai ke lokasi yang lebih aman dan layak. Program edukasi tanggap bencana terus disampaikan kepada masyarakat pesisir sungai. Langkah pencegahan bencana jangka panjang disiapkan.
Setelah debit air sungai berangsur surut, petugas membantu warga melakukan pembersihan lumpur dan sampah yang tersisa di dalam rumah serta sarana jalan umum. Pemerintah memberikan bantuan modal perbaikan rumah bagi warga yang bangunan rumahnya mengalami kerusakan parah akibat diterjang luapan air banjir. Kerjasama yang kuat antara aparat, relawan, dan masyarakat menjadi modal utama dalam melewati masa-masa krisis bencana alam ini dengan baik. Penanganan tuntas Evakuasi Warga Terdampak banjir bukti kebersamaan bangsa dalam menghadapi krisis kemanusiaan. Kondisi pemukiman warga berangsur membaik.