Luapan air Sungai Bengawan Solo kembali merendam ratusan rumah warga yang tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Lamongan. Peristiwa permukiman desa yang tergenang air banjir ini terjadi akibat tingginya curah hujan serta kiriman air dari wilayah hulu. Ketinggian air genangan di dalam rumah warga bervariasi mulai dari lima puluh sentimeter hingga satu meter lebih. Kondisi ini membuat aktivitas sosial dan perekonomian warga desa lumpuh total karena akses jalan terputus air.
Tim gabungan penanggulangan bencana daerah dikerahkan ke lokasi untuk mendirikan tenda pengungsian serta dapur umum bagi warga terdampak. Bantuan pangan, selimut, dan obat-obatan didistribusikan menggunakan perahu karet ke rumah-rumah warga yang masih bertahan di dalam rumah. Warga lansia dan anak-anak menjadi sasaran prioritas evakuasi demi menghindari risiko hipotermia serta serangan penyakit genangan air. Bencana tahunan ini terus berulang dan merugikan kawasan permukiman desa yang berada di sepanjang bantaran sungai terpanjang tersebut.
Para petani di kawasan tersebut terancam mengalami gagal panen total akibat ratusan hektar tanaman padi mereka terendam air banjir. Kerugian finansial yang harus ditanggung oleh para petani diperkirakan mencapai miliaran rupiah akibat musibah banjir yang menahun ini. Masyarakat menuntut pemerintah provinsi untuk segera menuntaskan proyek pengerukan sungai serta pembenahan pintu air secara menyeluruh. Penanganan banjir secara permanen sangat dibutuhkan agar kehidupan warga desa dapat berjalan dengan aman dan tenang.
Petugas kesehatan disiagakan di setiap posko pengungsian guna memeriksa kondisi kesehatan warga serta membagikan kaporit pembersih air. Pengawasan terhadap bahaya luapan air susulan terus diperketat mengingat prakiraan cuaca menunjukkan hujan masih akan berlangsung beberapa hari. Kerjasama antara relawan, aparat TNI, dan kepolisian sangat membantu meringankan beban penderitaan yang dialami oleh para korban. Solidaritas masyarakat luar daerah juga terus mengalir dalam bentuk pengiriman Bantuan logistik ke posko bencana.
Pemulihan sarana jalan dan pembersihan lingkungan akan segera dilaksanakan begitu air genangan di area rumah warga benar-benar surut. Pemerintah berjanji akan memberikan bantuan bibit tanaman gratis bagi para petani yang memenderita kerugian akibat banjir. Kesadaran warga untuk tidak mendirikan bangunan di bantaran sungai juga terus ditingkatkan demi keselamatan bersama pada masa depan. Penanganan masalah genangan air pada permukiman desa menjadi prioritas utama penanggulangan bencana daerah Lamongan.