Trowulan, yang terletak di Mojokerto, Jawa Timur, diyakini merupakan lokasi ibu kota Kerajaan Majapahit yang pernah berjaya di Nusantara. Mengunjungi Trowulan adalah perjalanan menembus waktu, di mana Anda dapat melihat langsung sisa-sisa peradaban yang hilang. Berbagai situs purbakala yang ditemukan di sini menjadi bukti kemegahan Majapahit sebagai kekaisaran maritim terbesar pada masanya.
Salah satu situs paling penting adalah Candi Tikus, yang ditemukan terkubur dan menyerupai pemandian suci. Candi ini memiliki keunikan pada detail arsitekturnya yang menyerupai miniatur Gunung Semeru. Candi Tikus diduga berfungsi sebagai tempat upacara penyucian atau patirthan di masa kejayaan Kerajaan Majapahit dahulu kala.
Jejak lain yang tak kalah menarik adalah Candi Bajang Ratu, sebuah gapura paduraksa yang sangat indah. Gapura ini diyakini berfungsi sebagai gerbang belakang menuju kompleks istana. Arsitekturnya yang ramping dan tinggi mencerminkan keterampilan teknis yang luar biasa dari para arsitek Majapahit pada abad ke-14.
Anda juga wajib mengunjungi Kolam Segaran, sebuah kolam buatan raksasa yang merupakan salah satu proyek irigasi atau pemandian kerajaan terbesar. Kolam ini diperkirakan digunakan untuk menjamu tamu kenegaraan atau sebagai tempat rekreasi para bangsawan. Luasnya Kolam Segaran menunjukkan kemampuan rekayasa yang maju.
Untuk memahami konteks sejarah lebih dalam, kunjungi Museum Trowulan. Museum ini menyimpan ribuan artefak yang ditemukan di sekitar situs, mulai dari perhiasan, peralatan rumah tangga, hingga patung-patung dewa. Koleksi di museum ini memberikan gambaran nyata tentang kehidupan sehari-hari masyarakat Kerajaan Majapahit saat itu.
Situs penting lainnya adalah Makam Troloyo, yang dipercaya sebagai kompleks pemakaman bagi tokoh-tokoh penting dan ulama awal di era Majapahit. Keberadaan makam ini menunjukkan adanya akulturasi budaya dan agama yang terjadi pada masa transisi, dari Hindu-Buddha menuju perkembangan Islam.
Bukti lain dari kemegahan Majapahit adalah Situs Umpak, yang merupakan deretan alas tiang dari batu. Diperkirakan situs ini adalah sisa-sisa bangunan pendopo atau balai pertemuan besar. Melihat sisa-sisa fondasi ini membantu kita membayangkan luas dan skala bangunan-bangunan kerajaan yang berdiri di sana.
Penting untuk memperhatikan bahwa situs-situs di Trowulan ini terpisah-pisah, tersebar di area yang luas. Oleh karena itu, siapkan kendaraan atau sewa sepeda untuk memudahkan jelajah Anda. Meluangkan waktu seharian adalah cara terbaik untuk mengapresiasi secara utuh Jejak Kerajaan Majapahit yang tersembunyi.
Kawasan Trowulan kini telah ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya nasional. Upaya pelestarian terus dilakukan untuk melindungi warisan sejarah yang tak ternilai ini. Setiap sudut Trowulan adalah lembaran buku sejarah yang menunggu untuk dibaca dan dipelajari oleh pengunjung.
Jadi, jika Anda tertarik pada sejarah Indonesia dan peradaban kuno, Kerajaan Majapahit di Trowulan adalah destinasi yang sempurna. Nikmati perjalanan napak tilas ini dan rasakan sendiri aura kejayaan masa lalu yang masih terasa kental di setiap reruntuhan batu kuno.