Kondisi memprihatinkan melanda Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, setelah luapan Sungai Bengawan Njero semakin meluas dan menyebabkan 35 desa di beberapa kecamatan terendam banjir. Ketinggian air yang terus meningkat memaksa ribuan warga mengungsi dan aktivitas sehari-hari lumpuh total. Bencana terendam banjir ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan tim penanggulangan bencana.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan per hari Rabu, 9 April 2025 pukul 07.00 WIB, luapan Bengawan Njero telah merendam sejumlah kecamatan, termasuk Karangbinangun, Glagah, dan Turi. Sebanyak 35 desa dilaporkan terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi antara 30 hingga 150 sentimeter. Kondisi ini diperparah dengan curah hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di wilayah hulu sungai.
Ribuan warga terpaksa mengungsi ke tempat-tempat yang lebih aman, seperti balai desa, masjid, dan tenda-tenda pengungsian yang didirikan oleh BPBD dan relawan. Bantuan logistik berupa makanan, air bersih, dan obat-obatan terus disalurkan kepada para pengungsi. Namun, akses menuju beberapa desa yang terendam banjir cukup dalam menjadi kendala tersendiri bagi tim救援. (Data dari posko utama BPBD Lamongan mencatat jumlah pengungsi mencapai lebih dari 5.000 jiwa per pagi ini).
Bupati Lamongan, Dr. Yuhronur Efendi, MBA., langsung turun ke lokasi bencana untuk meninjau kondisi warga dan memastikan penanganan darurat berjalan dengan baik. Beliau menyampaikan keprihatinannya atas musibah ini dan berjanji akan segera mengambil langkah-langkah strategis untuk membantu para korban dan mengatasi banjir. “Kami akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan bantuan kepada warga yang terdampak banjir. Prioritas utama kami adalah memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi dan mereka dalam kondisi aman,” ujar Bupati Yuhronur saat meninjau salah satu posko pengungsian di Kecamatan Karangbinangun.
Pihak kepolisian dari Polres Lamongan juga turut membantu proses evakuasi warga dan pengamanan wilayah yang terendam banjir. Kapolres Lamongan, AKBP Muhammad Nur Azis, S.I.K., M.H., menginstruksikan jajarannya untuk bersiaga dan membantu kelancaran distribusi bantuan serta menjaga keamanan rumah-rumah warga yang ditinggalkan mengungsi.
Pemerintah Kabupaten Lamongan telah menetapkan status siaga darurat banjir dan terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mendapatkan bantuan tambahan. Upaya jangka panjang untuk mengatasi persoalan banjir akibat luapan Bengawan Njero juga akan menjadi fokus perhatian pemerintah daerah.
Disclaimer: Artikel ini dibuat berdasarkan informasi yang dihimpun oleh tim redaksi per tanggal publikasi. Data dan kondisi banjir dapat berubah sewaktu-waktu.