Indonesia memiliki potensi garis pantai yang sangat luas, namun pemenuhan kebutuhan garam industri masih sering bergantung pada impor, sehingga diperlukan Strategi Peningkatan Produksi garam rakyat secara masif. Sebagian besar petani garam kita masih menggunakan metode penguapan air laut tradisional yang sangat bergantung pada sinar matahari, sehingga produktivitasnya seringkali anjlok saat musim hujan tiba. Modernisasi teknologi kristalisasi dan perbaikan sarana prasarana tambak garam menjadi langkah mendesak untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen agar mampu bersaing dengan garam impor di pasar nasional.
Salah satu poin dalam Strategi Peningkatan Produksi garam adalah penerapan teknologi ulir filter (TUF) dan penggunaan geomembran di meja kristalisasi. Teknologi ini mampu mempercepat proses penguapan dan menghasilkan garam dengan kadar NaCl yang lebih tinggi serta warna yang lebih putih bersih. Dengan kualitas yang meningkat, garam rakyat tidak hanya bisa digunakan sebagai garam konsumsi rumah tangga, tetapi juga bisa merambah ke sektor industri aneka pangan dan farmasi yang memiliki harga jual lebih tinggi. Hal ini akan memberikan dampak langsung pada penguatan ekonomi masyarakat pesisir dan mengurangi defisit perdagangan negara.
Selain aspek teknologi, Strategi Peningkatan Produksi garam juga harus mencakup perbaikan tata niaga dan perlindungan harga di tingkat petani. Seringkali, harga garam jatuh drastis saat panen raya akibat ulah para tengkulak atau masuknya garam impor secara tidak terkendali. Pembangunan gudang garam nasional (GGN) di pusat-pusat produksi sangat penting untuk menyimpan cadangan garam dan menjaga stabilitas harga sepanjang tahun. Koperasi nelayan garam perlu diperkuat agar mereka memiliki posisi tawar yang lebih kuat dalam menentukan harga jual dan memiliki akses langsung ke industri pengguna garam skala besar.
Keberlanjutan dalam Strategi Peningkatan Produksi garam juga tidak boleh mengabaikan kesehatan ekosistem laut sebagai sumber air baku utama. Pencemaran limbah plastik dan limbah industri di laut akan menurunkan kualitas air laut yang digunakan dalam tambak garam, yang pada akhirnya dapat mengontaminasi produk garam dengan mikroplastik atau logam berat. Oleh karena itu, perlindungan wilayah pesisir dari pencemaran lingkungan adalah bagian tak terpisahkan dari misi kedaulatan garam nasional. Dengan menjaga laut tetap bersih, kita sedang menjamin bahwa garam yang dihasilkan aman untuk dikonsumsi dan berkualitas tinggi bagi kebutuhan industri.